Kelahiran Yesus Dalam Bible (1)
Posted byMmm... sempet baca dari literatur, ternyata dalam Bibel ada juga pernyataan tentang kelahiran Yesus Lho.. Ada di Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1,10,11. Sedangkan Injil lain, Markus dan Yohanes nggak menuliskan kisah kelahiran Yesus.
Lukas 2:1-8:
”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.”
Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (kira-kira 7M=579 Romawi). Yusuf, tunangan Maria, ibu Yesus, berasal dari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari di mana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Hmm…Oh gt ya..? Ok ok..
Terus kalo menurut Matius 2:1, 10, 11
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.
Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.
Pernyataannya agak berbeda ya antara kedua Injil tadi (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Tapi ada samanya juga, ternyata keduanya tidak menunjukan kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju bukan merupakan hal yang mustahil.
Sekarang kita cari pembanding lagi, coba cari di kitab suci Umat Islam yang kira-kira deket saat-saat kelahiran Yesus.
”Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah. ”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”
(Surat Maryam, 19: 23-25)
Jadi menurut Al Quran, Yesus dilahirkan pada musim panas di saat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Trs qta liat juga pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible: Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September. Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity – seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:
”Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi”
Oh jadi kalo gitu, semakin yakin dong kalo ternyata Yesus lahir bukan 25 Desember saat musim salju... Bener ga sih?
Ya jawabannya kita tanya ke ibunya Yesus lah..Berarti sebaiknya kita harus kenal juga dengan Bunda Maria.
Kalo gt siapa sih Bunda Maria?
Mungkin ada baiknya kita flashback beberapa tahun ke belakang..
Yang menjadi tokoh sentral sekarang adalah Imran dan keluarganya. Dia tinggal di Palestina dan mempunyai istri bernama Hana. Lalu apa keistimewaannya sehingga nama Imran menjadi nama surat ke-3 dalam kitab suci umat Islam?
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing) [QS. Ali Imran: 33]
Dalam ayat di atas, disebutkan bahwa Imran adalah salah satu orang pilihan Tuhan. Artinya, Imran pasti orang baik dan ternyata Imran memang seorang yang shaleh.
Nah, yang agak lupa (mungkin denger khotbahnya terkantuk-kantuk), entah keluarga Imran sudah lama tidak dikarunia seorang anak atau sudah dikaruniai anak tapi laki-laki semua, sehingga ketika Hana sedang hamil, dia mengucapkan sebuah nazar,
… Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[QS. Ali Imran: 35]
Ketika anak dalam kandungan itu lahir, ternyata jenis kelaminnya perempuan. Anak itu dinamai Maryam (orang Kristen mengenalnya dengan nama Maria) dan sesuai nazar, anak itu diserahkan ke sebuah masjid untuk diwakafkan diiringi sebuah doa,
… Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.
[QS Ali Imran : 36]
Ketika dititipkan di masjid, bayi itu menjadi rebutan orang. Semua ingin mengurusnya hingga harus diadakan perlombaan memanah untuk menentukan orang yang paling berhak atasnya.
Ketika itu, keluar sebagai pemenang adalah seorang nabi yang juga pengurus masjid bernama Zakaria. Lewat perantaraan nabi tersebut, Allah mendidik Maryam dengan baik.
Sebelum diterusin, sebentar kita bahas dulu Zakaria.
Zakaria adalah keturunan Solomo ( Sulaiman a.s.) dan Solomo adalah keturunan Daud. Dia diutus Tuhan sebagai Nabi pada kaum Bani Israel. Ketika itu kaum Bani Israel keadaannya sangat parah. Kebiasaan menyembah berhala dan berbuat maksiat sukar diluruskan.
Semakin lama, usia Zakaria semakin bertambah tua sedangkan Bani Israel masih tak mau mengikuti ajarannya. Nabi Zakaria seringkali merasa risau karena usianya sudah mencapai 120 tahun dan istrinya 98 tahun namun belum juga diberi keturunan. Siapakah yang akan meneruskan cita-cita dan perjuangannya? Zakaria selalu berdoa kepada Tuhan agar dilimpahi keturunan,
Zakaria berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulang-tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku sudah ditumbuhi uban. Tetapi aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu. Sesungguhnya aku khawatir kaum keluargaku, sedangkan istriku seorang yang mandul. Maka anugerahilah aku seorang pengganti dari hadirat-Mu yang akan mewariskan aku dan keturunan Ya’kub (QS Maryam : 4-6)
Zakaria menyadari memang dia tak punya harapan untuk bisa punya anak, karena istrinya mandul. Namun ia pun tahu bahwa Allah bisa berbuat apa saja. Dan doanya terkabul. Istrinya yang mandul itu kemudian hamil. Lalu lahirlah bayi laki-laki yang diberi nama Yahya (umat Kristen kemudian menyebutnya dengan nama John Sang Pembaptis)
Kembai lagi ke kisah Maryam,
Sejak kecil, sering terjadi kejadian aneh pada Maryam. Setiap kali Zakaria masuk ke kamar Maryam, di sana selalu ada makanan. Hal ini sangat mengherankan sehingga satu kali Zakariya bertanya,
“…Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. [QS Ali Imran : 37]
Hal ini menandakan bahwa Maryam memang termasuk orang yang terpilih dan disayang Allah.
Lalu ketika Maryam beranjak remaja, malaikat Jilbril datang dan berkata kepadanya,
…Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang ruku. [QS. Ali Imran: 42-43]
Berita itu segera disusul oleh sebuah berita lain yang juga dibawa oleh Jibril,
…Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). [QS Ali Imran : 45]
Kalimat itu terbukti kebenarannya dengan peristiwa hamilnya Maryam. Untuk menghindari gunjingan orang-orang sekitar, Maryam segera menyembunyikan kehamilannya dan berangkat ke kampung halamannya di Betlehem hingga akhirnya Yesus lahir di sana.
Yesus dalam tradisi sejarah umat Islam sebenarnya Isa Al Masih putera Maryam. Sebutan ”Isa” (Bhs Arab) berasa dari bahasa Ibrani dari kata ”Esau”. Dalam bahasa Latin nama itu menjadi “Yesus”. Munculnya nama Yesus terjadi pada peristiwa pengadilan Isa Al-Masih oleh mereka yang hadir dengan menambahkan huruf “J” pada awal dan “S” pada akhir kata “Esau” sehingga menjadi Yesus. Nama Yesus baru populer pada abad ke 2. Populernya nama Yesus akhirnya menenggelamkan nama Esau dikalangann Kristen. Sedangkan Al-Quran dan umat Islam tetap mempertahankan nama Esau (Isa dalam dialeg Arab).
Sedangkan kata Masyiakh, Messiah, atau Mesyah berasal dari bahasa Arab dari kata Masaha. Dengan tiga huruf mati yang terkandungnya yaitu M-S-H, yang berarti mengusap. Dalam perkembangan selanjutnya orang Yunani mengubah sebutan Messiah bagi Isa menjadi Kristos yang berarti yang disiram dengan minyak (diurapi). Oleh orang eropa Yesus disebut Christus atau Kristus, yaitu sang penyelamat atau sang penebus dosa.
Dari potongan kisah di atas, kita lihat bahwa Yesus (Isa) adalah anak Maryam, sedangkan Maryam adalah anak Imran dan Hana. Jadi Yesus bukan keturunan Daud. Setelah tahu sejarah kelahiran Nabi Isa, artinya kita tahu agama yang dianut oleh Yesus dan keluarganya, Islam. Maka muncul, pertanyaan berikutnya, apa sebenarnya tugas Jesus (Nabi Isa a.s) di dunia?
------------------------------------------------------------------------------------------------BERSAMBUNG
"Bagaimana bisa mereka meyakini ap yg dianutnya tanpa mengetahuii asal-usul yg dianutnya, karena agama bukanlah doktrin"
Tidak ada maksud lain apapun dalam notes ini, kecuali hanya membagi ilmu yg telah diterima, mhn maaf klo ada kesalahan, Sesugguhnya kebenaran hanya milik Allah semata
Sumber :
Ilham, Mengenal Pribadi Yesus, http://kallolougi.blogspot.com/2009/04/mengenal-pribadi-yesus.html
Ceramah Jumat Salman ITB, 25 Desember 2009 oleh Dr. KH. Asep Zaenal Ausop, M.Ag, disarikan By Hendra Veejay
Hj. Irena Handono; Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma dan Toleransi
http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus
http://id.wikipedia.org/wiki/Isa
abbas85.wordpress.com/wp-admin/
Dj. Q. Nasution. (tanpa tahun). Sejarah Romawi. Bandung : K.P.P.K Balai Pendidikan Guru.

0 comments:
Post a Comment